√ Pengertian Seni Rupa Tradisional, Kontemporer dan Modern Beserta Jenis Fungsi dan Contohnya

Seni Rupa – Seni merupakan bagian dari sejarah perjalanan manusia sejak zaman baheula. Apakah Anda masih ingat pelajaran sejarah di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah atas? Ada gua yang dindingnya penuh dengan lukisan telapak tangan, bahkan orang zaman dulu maupun kini selalu menyertakan nilai seni hampir di seluruh aspek kehidupan. Baik desain tempat tinggal sampai alat makan. Jadi bagi Anda yang ingin mengenal lebih dalam mengenai seni rupa, Anda sedang dipertemukan dengan artikel yang tepat. Yuk simak terus pembahasan selanjutnya.

Pengertian Seni Rupa

Wikipedia Indonesia mendefinisikan seni rupa sebagai cabang seni yang objeknya bisa dinikmati, utamanya bentuk dari benda seni itu sendiri. Medianya bisa dilihat dengan mata telanjang, bisa diraba dengan tangan kita sehingga dapat memberikan kesan pada persepsi kita. Sementara itu kesan ini akan dihasilkan oleh garis, bidang, volume, tekstur, cahaya, titik dimana semuanya tetap berpatokan pada keindahan. Sampai di sini disimpulkan bahwa seni rupa memang memiliki wujud nyata. Seindah apapun bayangan Anda tentang sebuah taman yang dihuni burung-burung dengan para peri tetap tidak akan dihitung sebagai karya seni apabila masih bersemayam di fantasi saja.

Seni rupa itu sendiri dibagi ke dalam tiga golongan. Yakni seni rupa yang tradisional, sudah modern serta seni rupa kontemporer. Simak penjelasan ketiganya di bawah ini:

1. Seni Rupa Tradisional

seni rupa tradisional

Dari namanya saja ‘tradisional.’ Kesan tradisional masih sangat kental dengan pakem-pakem yang harus dilibatkan. Pakem atau aturan tersebut menjadi pedoman utama dalam pembuatan seni rupa tradisional dan tidak ada perombakan dari bentuk asalnya sekalipun benda seni tersebut diproduksi terus menerus. Nah, ingat yang dimaksud pakem di sini meliputi corak, warna, ukuran, bahan, bentuk dan pola. Meskipun bukan yang paling banyak dicari, seni rupa tradisional tetap memiliki pangsa pasar khusus sampai saat ini. Akan selalu ada orang-orang yang merindukan kenangan dan ingin bernostalgia bersama benda-benda seni yang setidaknya mirip dengan masa lalunya dulu.

Budaya dari masa lalu yang masih bersifat istanasentri atau berkaitan dengan kerajaan dan keraton banyak memuat nilai religius serta budaya yang penuh dengan aturan tertentu. Contoh dari seni rupa tradisional ini yaitu berbagai jenis wayang, seni batik, kain songket, dan karya seni lainnya. Apabila diolah dengan baik lalu dilakukan promosi yang baik sebagai branding pariwisata suatu daerah, biasanya seni rupa tradisional justru memberi banyak rezeki pada warga dibanding jenis seni rupa lainnya.

2. Seni Rupa Modern

Yang kedua ini mulai banyak dikembangkan sejak anak-anak masih mendapatkan pelajaran seni rupa di sekolah-sekolah. Tidak sedikit pula Usaha Kecil Menengah yang mulai menggali ide baru agar inovasi dan kreasinya senantiasa terbarukan. Seni rupa modern ini berani menentang batas pakem yang dipakai oleh seni rupa tradisional demi sebuah kebaruan. Seni rupa modern dianggap tidak membosankan dan selalu bisa mengundang perhatian.

Seni rupa modern memang masih berpedoman pada filosofi tertentu, namun detail visualisasinya sudah terlepas dari aturan tertentu. Contoh seni rupa modern di antaranya adalah lukisan hasil karya Basuki Abdullah, Affandi, Raden Saleh, maupun milik S. Soedjojono. Seniman lainnya adalah Otto Jaya S, Ramli, Emira Sunarsa serta Tutur.

3. Seni Rupa Kontemporer

gambar burung

Apa perbedaan mencolok antara seni rupa modern dengan kontemporer? Jika seni rupa modern berani melawan batas, seni rupa kontemporer sedikit lebih maju. Setelah meninggalkan aturan lama, para seniman kontemporer berkreasi di bawah pengaruh keadaan terkini yang terjadi di lingkungannya. Bisa karena kondisi politik yang sedang kisruh atau mungkin bencana kemanusiaan, semuanya akan diangkat menjadi sebuah karya seni mengagumkan namun juga bermanfaat.

Anda mungkin akan bingung membedakan seni lukis dengan seni musik atau tari hingga aksi sarat politik yang dimuat dalam pertunjukan. Contoh karya seni kontemporer yaitu karya milik Christo, Saptoadi Nugroho, Gregorius Sidharta dan karya evironmental art maupun happening art lainnya.

Anda sendiri sangat mungkin menghasilkan karya seni rupa kontemporer setelah berjalan-jalan mengunjungi perkampungan kumuh di bawah jembatan. Sementara di atas jembatan melintas truk-truk container yang mengangkut nafkah keluarga dari para konglomerat. Anda merasa gelisah kemudian Anda mengekspresikan pikiran Anda ke dalam lagu punk tapi video clipnya sarat lukisan-lukisan perlawanan. Nah, bisa jadi itu seni rupa kontemporer karena tidak mengindahkan batas atau pakem sama sekali. Berekspresi dengan bebas, merefleksi kejadian terkini.

Unsur-unsur dalam Seni Rupa

Sehabis memahami pengertian seni rupa, kita akan mengenal unsur-unsur seni rupa di mana akan selalu tercantum pada setiap karya seni yang dihasilkan. Berikut adalah pembahasannya:

1. Unsur Titik

Kenapa kemudian titik menjadi unsur pertama dalam seni rupa? Rasanya hampir tidak mungkin sebuah karya seni terbentuk tanpa ada unsur titik. Garis yang sederhana pun terdiri dari minimal dua titik yang ditarik. Sehingga unsur titik dalam seni rupa menjadi bagian seni paling dasar yang kemudian membentuk bentuk lainnya. Kadang kala ketika membuat ukiran atau gambar seni lain kita bisa mempermanis tempat kosong menggunakan titik-titik yang rapi.

2. Unsur Garis

Apabila ada dua titik digabungkan menjadi batas atau goresan pada ruangan, di atas bidang, warna, tekstur maka terciptalah satu unsur seni rupa. Garis sendiri masih bisa dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu sesuai wujud dan sesuai kesannya. Pembedaan garis menurut jenisnya meliputi garis pendek, horizontal, vertikal, lengkung, garis panjang, spiral, garis putus-putus dan patah-patah dan lain-lain. Sementara garis dilihat dari jenisnya ada garis semu dan garis nyata. Garis semu merupakan hasil dari warna yang berbeda dari dua atau lebih benda. Di lain sisi, garis nyata adalah hasil coretan yang memang sengaja dibuat untuk menghasilkan garis.

3. Unsur Bidang

Jika beberapa garis digabungkan maka akan tercipta suatu dimensi yang mempunyai lebar sekaligus panjang. Dalam seni rupa, dimensi ini disebut bidang. Akan ada banyak karya seni yang lahir di atas bidang datar. Anda melukis di atas kanvas yang sebenarnya itu juga bidang, begitu pula saat pelajaran ketrampilan di sekolah dasar yang banyak memanfaatkan bidang datar sebagai tempat berkreasi.

4. Unsur Bentuk

Apabila beberapa buah bidang bersatu maka akan dihasilkan sebuah bentuk. Bentuk ini pun dibagi menjadi bangun dan form alias bentuk plastis. Bangun sendiri yang dalam bahasa asingnya disebut ‘shape’ berbentuk bulat, ornamental, abstrak, persegi dan lainnya.

Sedang form atau tadi yang disebut bentuk plastis merupakan bentuk yang sifatnya subjektif. Tujuannya yaitu dimilikinya nilai dari barang berbentuk persegi panjang yang formnya kurang mendukung. Akhirnya unsur bentuk ini digunakan sebagai ranjang tidur. Atau penjelasan simpelnya begini. Anda memiliki sebuah meja yang terbuat dari potongan kayu jati di bagian akarnya. Secara resmi tidak ada bentuk yang tepat bisa disematkan menjadi nama bentuk meja tersebut. Namun yang jelas meja tersebut punya bentuk karena sudah ada bidang meskipun bentuknya plastis dan tidak beraturan.

5. Unsur Ruang

Unsur seni rupa kelima ini bersifat ganda. Untuk seni rupa dua dimensi, dia memiliki sifat semu semata. Sedangkan untuk seni rupa tiga dimensi, maka ruangan sangat nyata terlihat. Mungkin alasan inilah yang kemudian memberi kesan mendalam terhadap seni dua dimensi. Sebuah kedalaman berupa efek gradasi warna dan pencahayaan, ganti ukuran sampai penambahan bayangan hingga penggambaran bidang saling menindih supaya tercipta kesan ruang yang kental.

Untuk seni rupa tiga dimensi dipastikan tanpa modifiksi sana-sini sudah ada ruangannya. Ruangan dihasilkan oleh panjang, lebar dikali tinggi. Sehingga terciptalah volume ruangan bangun atau bentuk yang membuat seni rupa dapat diklasifikasikan menjadi karya seni trimatra pada pembahasan selanjutnya nanti.

6. Unsur Warna

Yang membuat indah dari suatu karya merupakan warna. Sebelum memadukan warna-warna, ada kalanya Anda harus menyimak pedoman pemilihan warna yang berkaitan erat dengan spektrum. Di sini kami memberitahu Anda mengenai teori pigmen yang membuat jiwa para seniman lebih hidup berkat tujuh spektrum. Apa saja ya?

a. Warna Primer

Warna biru, merah, kuning menjadi warna dasar dari semua warna yang ada di dunia. Warna primer merupakan warna dasar yang tidak bisa dihasilkan oleh campuran warna lain.

b. Sekunder

Ada oranye, ungu dan hijau yang menjadi kelompok warna sekunder. Warna sekunder bisa muncul jika perpaduan warna primer lain dilakukan dalam jumlah tertentu. Kalau Anda sedang kehabisan pensil warna atau cat saat akan membuat karya seni. Sesekali cobalah mencampurkan warna primer yang tadi dan lihat apakah hasilnya membantu Anda menciptakan warna baru sesuai kebutuhan?

c. Tersier

Hampir sama seperti sekunder, warna tersier juga dihasilkan oleh campuran, hanya saja kali ini warnanya lebih kompleks lagi dan bahan yang digunakan yaitu warna-warna sekunder. Anda bebas mencampur warna sekunder dengan primer atau hanya sekunder lawan sekunder saja. Nanti warna yang dihasilkan disebut sebagai warna tersier.

d. Analogus

Kalau Anda pernah tahu ungu menuju merah, sederet hijau akan menjadi kuning maka itu disebut warna analogus. Mungkin Anda mengenalnya sebagai warna gradasi yaitu perubahan dari satu warna menuju warna lainnya.

e. Komplementer

Beda dengan analogus. Komplementer memiliki warna yang kontras bahkwa kamar tidurnya pun berjauhan meskipun diberi warna penuh. Yang termasuk warna pelengkap alias komplementer yaitu kuning dengan ungu, dll.

7. Unsur Tekstur

Sifat bidang atau pun permukaan barang seni rupa maupun bagaimana kondisinya disebut sebagai tekstur. Ada benda yang teksturnya sama, ada pula yang beda selamanya. Berdasarkan pembagiannya, unsur ketujuh dalam seni rupa ini mengenalkan keppada tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur semu yaitu kesan berbeda antara visual dengan indera peraba terhadap sifat serta kondisi permukaan bidang benda karya seni rupa. Sementara tekstur nyata diartikan sebagai nilai sama antara visual dengan peraba.

8. Unsur Gelap Terang

Pencahayaan menjadikan seni rupa tergantung pada intensitas cahaya. Hal ini tidak bisa ditinggalkan terutama saat akan pameran. Apabila seni yang sedang dibuat adalah dua dimensi, hampir tak bisa ditolak pasti menggunakan efek gelap terang baik demi warna maupun gradien. Percaya atau tidak, unsur gelap terang pun bisa memengaruhi estetika dalam suatu karya seni rupa.

Fungsi Seni Rupa

Jangan sampai kita tahu seni rupa apa beserta unsur-unsurnya namun tidak paham mengapa harus ada seni, khususnya seni rupa. Oleh karena itu kita akan membahas fungsi seni rupa sebagai berikut.

1. Fungsi Individual

Fungsi seni rupa yang pertama ini dibagi lagi menjadi emosional dan fisik. Karena namanya individual, memang peruntukan fungsinya fokus kepada manusia secara individu. Secara fisik, seni rupa digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia, baik secara langsung maupun hanya pelengkap jadwal hariannya. Sementara secara emosional, seni rupa bagi seorang individu akan menimbulkan efek konek atau kerjasama di antara seniman yang sedang berekspresi dengan apresiator seni yang menikmati hasil karya.

2. Fungsi Sosial

Ternyata seni rupa pun memiliki fungsi secara sosial. Adapun fungsi sosial seni rupa yaitu rekreasi, pendidikan,agama dan komunikasi. Dengan adanya seni, pembelajaran dalam pendidikan lebih mudah diterima peserta didik. Dalam komunikasi, seni rupa akan memudahkan penyebaran serta penerimaan informasi. Untuk bidang keagamaan, seni rupa akan sangat membantu proses identifikasi agama atau kepercayaan melalui hasil karya seninya. Terakhir, ternyata seni dapat memperbarui emosi orang banyak. Sehingga tidak salah bila banyak tempat wisata menjadi markas besar seniman. Dari sanalah tercipta seni, dari tempat rekreasi.

Pembagian Kelompok dalam Seni Rupa

a. Dilihat dari tujuan pembuatan, seni rupa dikelompokkan menjadi:

1. Seni Rupa Murni

pemandangan

Dalam Bahasa Inggris disebut Fine Art. Tujuan penciptaan fine art yaitu mengutamakan pengekspresian emosi kejiwaan dari seniman yang membuat. Tidak ada kepentingan lain selain keindahan dan kepuasan batin. Contoh karya seni murni yang tidak memiliki nilai guna khusus yaitu lukisan dan patung.

2. Seni Rupa Terapan

kerajinan tanah liat

Applied Art atau seni terapan ini tidak membuang begitu saja unsur keindahan yang didalami oleh seni rupa murni. Hanya saja seni rupa terapan banya diterapkan pada hal-hal yang memiliki nilai tambah seperti dekorasi, reklame, keramik, batik, desain grafis dan lain sebagainya.

b. Sedangkan dari segi dimensinya ada:

1. Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) memiliki unsur panjang dan lebar dalam setiap karya yang tercipta. Oleh sebab itu, seni dwimatra hanya bisa dilihat dari satu arah saja. Misalkan ada lukisan. Anda hanya bisa melihatnya dari depan karena tidak ada nilai seni yang diberikan oleh bagian belakang lukisan.

2. Seni Rupa 3 Dimensi

Seni rupa tiga dimensi atau yang dikenal dengan trimatra terdiri dari panjang dan lebar juga namun ditambah tinggi. Sehingga ada kesan memiliki ruangan, bentuk dan volume yang akhirnya membuat karya seni bebas dilihat dari arah mana saja. Contohnya keramik dan bonsai.

c. Berdasar Waktu Kemunculan

Dilihat dari masa kemunculan karya, seni rupa dapat dibagi menjadi:

1. Seni rupa tradisional yang terkesan statis. Seni yang ini memang dibuat berulang menyerupai contoh aslinya. Misalkan saja karya seni rupa berupa patung anak Allah, pakaian adat dan desain rumah adat yang semuanya tidak bisa diubah sama sekali.

2. Seni rupa modern dapat dicontohkan dengan patung mozik, karikatur yang dihasilkan menggunakan tekhnologi digital serta desain grafis. Jadi waktu kemunculannya setelah masa kerajaan dan tepatnya mulai manusia mengenal tekhnologi.

3. Seni rupa kontemporer muncul paling akhir dan memang sifatnya kekinian. Ada tingginya fantasi ditambah harapan karena memang baru lahir dari kondisi kekinian di lingkungan.

Leave a Comment