Pengertian Cerpen

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, banyak sekali materi yang harus dipelajari dan dipahami. Contohnya seperti materi sinonim dan antonim, jenis-jenis paragraf, pengertian teks eksposisi atau yang lainnya yang bisa kamu pelajari di bahassemua.com.

Pengertian Cerpen
Thegorbalsla.com

Nah, pada artikel ini yang akan kita bahas adalah cerpen atau cerita pendek. Ada beberapa sub yang akan kita bahas yaitu pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, struktur, unsur-unsur dan beberapa contoh cerpen singkat. Langsung saja kita mulai untuk pembahasan yang pertama yaitu pengertian cerpen.

A. Pengertian Cerpen

Cerpen atau cerita pendek adalah jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menggambarkan/menceritakan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas dan disertai dengan berbagai konflik serta terdapat solusi atau penyelesaian dari masalah yang dihadapi.

Cerpen atau cerita pendek memberikan kesan tunggal atau hanya fokus pada satu tokoh saja. Cerpen memiliki kurang dari 10.000 kata dan didalamnya terdapat klimaks (puncak masalah) dan penyelesaian. Cerita pendek cenderung singkat, padat dan langsung pada tujuannya.

B. Ciri-Ciri Cerpen

Setelah mengetahui pengertian cerpen, selanjutnya kita juga harus memahami ciri-ciri dari cerpen. Berikut ciri-cirinya  :

  • Bersifat fiktif.
  • Mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
  • Isi cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Terdiri kurang dari 10.000 kata.
  • Bentuk tulisan singkat (lebih pendek dari novel).
  • Menggunakan kata-kata yang mudah dipahami pembaca.
  • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  • Penokohan dalam cerpen sangat sederhana.
  • Kesan dan pesan dalam cerpen sangat mendalam sehingga pembaca ikut merasakan isi dari cerpen tersebut.

C. Struktur Cerpen

Terdapat 6 struktur yang membuat teks cerpen menjadi utuh. Berikut ke 6 struktur tersebut :

  1. Abstrak, yaitu gambaran awal dari cerita yang akan diceritakan, sifatnya opsional.
  2. Orientasi, yaitu hal yang berhubungan dengan waktu, tempat, suasana di dalam cerita pendek tersebut.
  3. Komplikasi, adalah urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab dan akibat. Watak dan karakter tokoh biasanya terlihat dalam struktur ini.
  4. Evaluasi, yaitu konflik yang terjadi dan menuju pada puncak masalah serta mulai mendapat penyelesaian dari konflik tersebut.
  5. Resolusi. Dalam struktur ini pengarang mengungkapkan solusi dari masalah yang dialami tokoh dalam cerpen.
  6. Koda, yaitu pelajaran atau nilai yang dapat diambil oleh pembaca dari teks cerpen.

D. Unsur-Unsur Cerpen

Cerpen memiliki dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, berikut penjelasan unsur-unsur tersebut :

  • Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk dari dalam. Unsur intrinsik tersebut adalah :

  1. Tema, yaitu gagasan utama yang menjadi dasar cerita jalannya cerpen.
  2. Alur/plot, yaitu tahapan urutan jalannya cerpen. Mulai dari perkenalan, konflik, klimaks dan penyelesaian.
  3. Setting, yaitu meliputi latar/tempat, waktu, dan suasana yang terlihat dalam cerpen.
  4. Tokoh, yaitu pelaku yang ada dalam cerpen. Setiap tokoh memiliki watak tersendiri.
  5. Penokohan, yaitu sifat tokoh yang tercermin dari perilaku, ucapan, sikap, pikiran dan pandangannya terhadap suatu hal. Ada dua metode penokohan yaitu :
  • Metode Analitik, yaitu menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerpen secara langsung. Contohnya : penakut, pemberani, pemalu.
  • Metode Dramatik, yaitu menggambarkan sifat tokoh secara tidak langsung dengan menggambarkan fisik, percakapan dan reaksi tokoh lain.
  1. Sudut pandang, yaitu cara pandang yang digambarkan oleh pengarang dalam suatu kejadian. Ada dua sudut pandang :
  • Sudut pandang orang pertama, yaitu ada pelaku utama dan pelaku sampingan. Pelaku utama “aku” akan menjadi pusat perhatian. Pelaku sampingan “aku” hanya muncul pada pengantar dan penutup cerpen.
  • Sudut pandang orang ketiga, ada serbatahu dan pengamat. Sudut pandang serbatahu “dia”, pengarang mengetahui segala hal yang berhubungan dengan tokoh “dia”. Sedangkan sudut pandang pengarang hanya menggambarkan apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh.
  1. Amanat, yaitu pesan moral yang disisipkan oleh pengarang dalam cerpen agar pembaca dapat menyerap pesan yang ada di dalamnya.

 

  • Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk dari luar. Unsur ekstrinsik tersebut yaitu :

  1. Latar belakang masyarakat, yaitu hal yang mempengaruhi terbentuknya jalan cerita dalam cerpen. Contohnya seperti kondisi politik, sosial, ideologi dan ekonomi masyarakat.
  2. Latar belakang pengarang, yaitu hal yang memuat tentang pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah cerpen. Meliputi :
  • Biografi, yaitu riwayat hidup pengarang. Dapat mempengaruhi cerpen melalui pengalaman pribadi.
  • Kondisi Psikologis, meliputi mood dan motivasi. Kondisi ini sangat mempengaruhi apa yang akan ditulis dalam cerpen.
  • Aliran sastra, yaitu hal yang berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang.

 

E. Contoh Cerpen Singkat

 

  1. Contoh Cerpen Anak Sekolah

Rajin Belajar

Hari senin yang cerah. Setelah anak-anak melaksanakan upacara bendera, mereka bergegas menuju kelas masing-masing untuk mendapatkan pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, bahasa indonesia, PPKN, dan bahasa jawa.

Mata pelajaran pertama yaitu matematika. Ibu guru menyuruh mengerjakan soal halaman 10 sampai 12. Suasana kelas menjadi hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal matematika.

Setelah selesai mengerjakan soal, Ibu guru berpesan agar mempelajari materi perkalian dan pembagian soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan ulangan dadakan.

Setelah selesai mendapatkan pelajaran di sekolah, semua siswa pulang kerumah masing-masing. Novi, Ita dan Maya pulang bersama jalan kaki, karena jarak rumah mereka tidak jauh dari sekolahan.

“Habis makan siang nanti kita main yuk. Dirumahku ada boneka baru yang dibelikan Ibu dari Jakarta.” Pinta Maya pada kedua sahabatnya.

“Asik.” Ucap novi dengan penuh gembira.

“Gimana Ta, kamu bisa ikut tidak?”

“Aku tidak ikut. Aku mau belajar dirumah karena tadikan Ibu guru berpesan untuk belajar dirumah. Karena akan ada ulangan dadakan.” Ita menjawab dengan polosnya.

Sesampainya di rumah, Ita langsung ganti baju, makan siang, sholat dan tidur siang. Sehingga malamnya ia bisa belajar dengan tenang. Sesekali ia bertanya kepada kakaknya jika ada yang kurang paham dengan materi yang sedang ia pelajari.

Sedangkan Novi dan Maya bermain boneka sampai larut hingga mereka tidak sempat belajar. Keesokan harinya mereka berangkat bersama dan sesampainya di kelas memang ada ulangan dadakan. Novi dan Maya merasa kesulitan saat mengerjakan soal ulangan yang diberikan Ibu guru. Hingga akhirnya, Novi dan Maya mendapatkan nilai yang jelek dan harus mengikuti ulangan susulan.

Lain halnya dengan Ita. Dia mendapatkan nilai yang bagus bahkan paling bagus dikelasnya karena dia sudah belajar dengan giat sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta Novi dan Maya agar belajar bersama dengan Ita.

“Wah, Ta, selamat ya, kamu mendapatkan nilai 9,5. Besok aku dan Maya ikut belajar denganmu ya.” Ucap Novi kepada Ita.

 

  1. Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari

Tidak Konsisten

Suara alarm yang keras mengganggu tidur David yang sedang tidur dengan nyenyaknya. Kemudian dia perlahan membuka matanya dan melihat jam.

“Ya Tuhan!” David kaget melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi. Dia langsung mandi dan merapikan diri lalu bergegas pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, ternyata dia telat menghadiri meeting karena jam meeting diajukan.

“Permisi Pak. Bolehkah saya masuk?” Tanya David kepada bosnya yang sedang memimpin meeting.

“Silahkan duduk, Vid, tapi maaf proyekmu hari ini digantikan Bagus.”

“Tapi kenapa, Pak? Saya hanya telat sebentar saja.”

“Bukan masalah sebentar atau lama. Kita disini harus profesional. Proyek itu sudah lama saya percayakan padamu tapi malah kamu tidak bisa konsisten. Walaupun kamu telat sebentar, ada temanmu yang bisa memberikan ide bagus untuk proyek ini. Jadi maaf, saya harus mengganti kamu dalam proyek ini.”  Jelas bosnya dengan tegas.

Langsung seketika David terdiam dengan wajah yang pucat. Setelah meeting selesai David pergi menuju meja kerjanya.

“Ada apa hari ini, Vid? Sampai kamu telat berangkat meeting?”. Ujar Toni teman sekantornya.

“Ini salahku Ton. Aku begadang nonton bola sampai larut malam ton sampai lupa ada proyek penting hari ini.”

“Oalah, makanya utamakan pekerjaan daripada hobi.” Sambung Toni sedikit menasehati.

Demikian pembahasan kali ini tentang pengertian cerpen, ciri-ciri, struktur, unsur dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.