Panduan Membuat Makalah yang Baik dan Benar Sesuai PUEBI 2018

Makalah merupakan karya tulis yang memuat pemikiran tentang sesuatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah (UM, 2017)

Berdasarkan definisi di atas, dapat dipahami bahwa makalah adalah salah satu jenis karya ilmiah yang pasti selalu dibuat oleh mahasiswa. Beberapa sekolah menengah bahkan telah mengajarkan dasar-dasar cara pembuatan makalah yang baik dan benar.

Sehingga ketika menjadi mahasiswa baru, murid-murid ini biasanya terlihat lebih menonjol dari teman-temannya. Baik dibuat karena instruksi dosen maupun tergerak hatinya melihat satu problematika, keduanya sama-sama akan dibawa presentasi dalam suatu forum ilmiah. Forum paling kecil di kampus adalah kelas atau offering.

Penugasan pembuatan makalah tidak selalu diinstruksikan dalam bentuk kerangka secara detail. Kadang-kadang dosen hanya memberikan topik, selanjutnya adalah bagian kita sebagai mahasiswa yang harus pandai mengembangkan ide.

Lantas bagaimana jika sedang menemui kebuntuan dalam menentukan ide apa yang menarik diangkat? Kami akan berikan tips setelah ini. Harapannya nanti, ketika dilaksanakan presentasi offering menjadi lebih hidup dan dinamis berkat ide pembahasannya menarik.

Mencari Masalah untuk Membuat Makalah

Menurut (Abdullah 2016) dari Institut Teknologi Bandung, cara membuat makalah yang baik dan benar harus dimulai dari riset. Riset bertujuan untuk menemukan suatu masalah yang urgen diangkat. Syaratnya, masalah yang nanti dipilih menjadi pembahasan dalam makalah wajib belum ditemukan solusinya.

Akan lebih baik lagi jika masalahnya belum pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Apabila ternyata sudah, pastikan riset penulis sebelumnya belum membuahkan hasil menggembirakan, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan.

Topik masalah yang bagi Anda menarik sebaiknya tidak begitu saja dipilih. Pertimbangkan kemungkinan penelitian ilmiahnya. Ada prinsip keilmiahan yang senantiasa harus dipegang selama proses penyusunan karya ilmiah dalam bentuk apapun, temasuk makalah.

  • Anda bisa mendapatkan ide kepenulisan jika menemukan sebuah permasalahan tanpa solusi, dan Anda akan menemukan problem-problem tersebut melalui:
  • Mulai membaca buku serta jurnal-jurnal terkait topik yang diberikan dosen.
  • Berdiskusi dengan teman, baik antar jurusan maupun sekelas. Diskusi dengan dosen yang menguasai topik akan meningkatkan kemungkinan memperoleh ide-ide hangat yang problematik.
  • Wawancara dengan narasumber yang menjadi praktisioner di bidang sesuai topik. Misalkan problem yang ingin dicari adalah pembangunan desa. Datanglah ke salah satu desa yang menurut Anda kurang maju pembangunannya. Selanjutnya, wawancarailah perangkat desa dan satu atau dua warga. Wawancara ini akan meningkatkan kemungkinan diterapkannya solusi yang Anda tawarkan.

Mengefektifkan Waktu Pembuatan Makalah

Para profesional sekalipun masih sering mengalami blocking alias berhentinya ide atau kebingungan harus menuliskan apa di layar PC. Oleh karenanya harus ada siasat khusus supaya proses kepenulisan berjalan lancar.

Apalagi makalah sebagai tugas kampus maupun syarat mengikuti lomba sama-sama memiliki batas waktu pengumpulan.

Strategi mengefektifkan waktu pembuatan makalah ini hanya akan efektif apabila Anda dengan konsisten melaksanakan tanpa kompromi. Beberapa orang ingin mulai menulis dalam sekali duduk tapi masih enggan menghilangkan hal-hal yang menghambat waktu menuangkan isi pikirannya. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda terapkan:

Tinggalkan Gadget

Jangan hanya mematikan paket data dari smartphone Anda. Seringkali pikiran terbayang beberapa chat dari orang-orang spesial jika dekat dengan gadget mereka. Sehingga, mau tidak mau Anda harus menyingkirkannya sementara.

Taruhlah gadget Anda minimal di dalam tas yang jika diraih harus membuat Anda berjalan. Jarak ini akan membuat Anda lebih konsentrasi dalam menulis, sehingga mengefektifkan waktu pembuatan makalah.

Hitung Waktu Bekerja

Tekhnologi semakin canggih. Sekarang Anda dapat mulai bekerja dengan efektivitas waktu tinggi berkat bantuan aplikasi. Ada aplikasi yang membuat Anda menghemat waktu dalam mengerjakan sesuatu bernama StayFocusd, Think, FocusWriter dan Concentrate. Aplikasi ini memiliki prinsip sama seperti stopwatch.

Jika stopwatch hanya akan menghitung berapa lama suatu pekerjaan dilakukan, aplikasi di atas memiliki kemampuan mengatur waktu bekerja ditambah istirahat. Misalkan Anda mengatur setiap bekerja 25 menit Anda harus beristirahat 5 menit dan seterusnya. Prinsipnya di sini, Anda dibantu lebih fokus berkonsentrasi.

Buatlah Blueprint

Diakui atau tidak, membuat blueprint atau kerangka penulisan akan membuat jari lebih lancar menuliskan isi kepala. Hal ini sangat berkaitan dengan penuhnya isi otak yang memang harus segera dituangkan. Sehingga waktu yang digunakan tidak terbuang sia-sia.

Percuma ide sudah ada, referensi siap kalau kejelasan arah tulisan masih mengambang. Kebanyakan orang akan berhenti di tengah proses menulis karena merasa harus mengatur kembali arah pembahasan supaya tidak keluar topik dan tujuan.

Pastikan referensi dan datanya

Terkadang kita sudah tahu apa yang harus kita tuliskan sesuai kerangka. Sayangnya ada beberapa bagian yang membutuhkan pengutipan baik secara langsung maupun tidak. Demi mempersingkat penggunaan waktu, kita harus menyiapkan referensi dan datanya ada di atas meja kerja.

Apabila ternyata data berasal dari sumber sekunder seperti jurnal yang sudah pernah terbit atau buku, peletakan yang mudah dijangkau ini akan membuat Anda cepat menemukan bagian yang perlu dimasukkan ke dalam makalah. Selain itu, Anda akan tetap fokus dan tidak tergoda berbelok melakukan kegiatan lain selain meneruskan tulisan di layar.

Tips mengefektifkan waktu di atas bukanlah hasil penelitian ilmiah, namun Anda tetap dapat menerapkannya. Kiat tersebut merupakan hasil evaluasi dari penulis sendiri dimana setiap penulis bahkan pengarang terkenal pun ketika menuliskan ide-idenya seringkali tidak efisien dalam penggunaan waktu.

Para penulis sangat sering tanpa sadar bekerja secara multitasking (mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan). Sehingga 4 cara mengefektifkan waktu pembuatan makalah akan cukup membantu.

Cara Membuat Kerangka Makalah

Perhatikan contoh kerangka makalah di bawah ini. Kerangka makalah atau blueprint bukanlah susunannya. Anda hanya perlu menulis poin penting dari ide topik yang Anda tangkap mulai awal pembahasan sampai penutupnya saja.

Dalam kata lain, kerangka ini sangat memengaruhi bab II yang berisi pembahasan. Di sini berisi beberapa sub-bab yang menjelaskan ide makalah.

I. Tugas PMI

1.1 keberadaan PMI
1.2 bantuan PMI bersifat sukarela
1.3 kegiatan PMI

II. Melalui perkumpulan atau lembaga

2.1 lembaga formal
2.2 sekolah
2.3 karang taruna

III. Cara menghimpun dana

3.1 secara rutin
3.2 tiga sampai enam bulan sekali
3.3 setiap kali persediaan habis

IV. Sewaktu-waktu diperlukan

4.1 nama nama alamat dan
golongan darah
4.2 sepakat menolong setiap saat

Susunan Makalah

Hal paling awal dalam susunan makalah adalah cover dan kata pengantar.

Cover

Cover yang ideal secara umum sesuai (UI, 2008) mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Terbuat dari karton tebal
  • Spasi tunggal (line spacing = single) dan ukuran sesuai dengan contoh di masing-masing kampus yang Anda tempati.
  • Diketik simetris di tengah (center).
  • Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan, kecuali nama atau istilah (contoh: PT, UD, CV) dan tidak disusun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apa pun.
  • Logo: Logo Universitas dengan diameter 2,5 cm dan dicetak dengan warna aslinya
  • Di bawah logo ada tulisan “Makalah,” judul makalah, nama penulis, nomor induk mahasiswanya, fakultas, program studi. Tempat, bulan dan tahun disahkan dalam bentuk angka format 4 digit (contoh: Januari 2006)
  • Ukuran font Times New Roman 12 poin

Kata Pengantar

Berisi sepatah kata dari penulis makalah serta ucapan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu terselesaikannya pembuatan makalah ini.

Inti Makalah

Menurut (Harras, tanpa tahun) susunan inti makalah meliputi beberapa hal di bawah ini:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan
1.2 Tujuan
1.3 Metode Pengumpulan Data
1.4 Sistematika

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur di atas harus sudah dipenuhi sebelum Anda menuliskan ide. Penjabaran ide dilakukan secara sistematis. Dalam penulisan makalah harus selalu ada latar belakang. Anda harus memahami betul mengapa topik yang Anda bawakan penting diangkat, dicarikan solusi dan diketahui banyak orang.

Meskipun membuat makalah bagi mayoritas mahasiswa adalah pemenuhan tugas kampus, jangan sampai Bab I benar-benar diisi polos untuk memenuhi penugasan dari dosen. Menulis secara profesional dapat kita pelajari dari cara pembuatan makalah yang baik dan benar.

Pada saat Anda membuat kerangka makalah, mulai Bab I hingga Bab III tidak perlu langsung dijabarkan. Jika dijabarkan detail sama dengan Anda menulis makalah. Cukup isi saja poin-poin pentingnya. Misalkan di sini penulis mengambil contoh judul “Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini”:

BAB I

A. Latar Belakang

– Degradasi moral remaja
– Kurang penanaman nilai dan karakter

Kita dapat memulainya dengan memaparkan beberapa data dan fakta tentang degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia. Nah, pada paragraf selanjutnya Anda mengunngkapkan bahwa ada dugaan degradasi moral yang memprihatinkan ini diakibatkan oleh kurangnya penanaman nilai dan karakter dalam diri siswa.

Siswa-siswi di Indonesia selama ini lebih dituntut mengembangkan aspek kognitifnya saja daripada menyeimbangkan antara emosional, pengetahuan dan keterampilan. Tak heran bila banyak siswa bahkan di sekolah bergengsipun melakukan tindak asusila atau tindakan melanggar hukum lainnya.

B. Tujuan

Bagian tujuan berisi ungkapan target atau harapan yang ingin dicapai melalui penulisan karya ilmiah makalah. (Harras, tanpa tahun) memberikan contoh tujuan sebagai berikut:

1.2 Tujuan

Sebagai warga negara dari sebuah negara yang demokratis, kita sepatutnya memiliki pemahaman tentang pemilihan umum. Karya tulis ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang sistem pemilihan umum di Indonesia. Di samping itu, karya tulis ini disusun untuk melengkapi syarat mengikuti ujian akhir yang diwajibkan bagi siswa kelas III SMP.

Contoh di atas adalah permisalan bila tujuan hanya satu dan ditulis berupa teks paragraf. Ada gaya penulisan makalah lain menurut (UM, 2017) rumusan tujuan makalah ini memiliki peran ganda, yakni fungsi yang diberikan kepada penulis makalah serta pembaca sekaligus.

Bagi penulis makalah, rumusan tujuan seharusnya berisi tindakan pasca penulisan makalah. Manfaat menuliskan rumusan tujuan penulisan makalah bagi pembaca yaitu memberikan informasi tentang isi dari makalah.

Dikarenakan tujuan di atas, maka penulisan makalah haruslah menguraikan topik yang dibahas supaya pembaca lebih memahami. Pembahasannyapun harus runtut supaya pembaca tidak bingung memahami ide yang disampaikan.

Dengan demikian, rumusan tujuan ini dapat berfungsi sebagai pembatasan ruang lingkup makalah tersebut. Rumusan tujuan ini pula dapat dijabarkan atau dibuat rinci. Jika ingin dijabarkan contohnya seperti di atas tadi, bila ingin dirinci maka dibuat detail sebagaimana di bawah ini:

  • Bagaimana pendidikan memengaruhi perkembangan perilaku anak?

Pertanyaan dalam poin rumusan tujuan harus berupa kata tanya bagaimana dan dapat dijawab pula dalam pembahasan makalah nanti.

  • Memahami hubungan kausalitas antara sistem pendidikan dengan karakter peserta didik.

Metode Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan berbagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penyusunan karya tulis tersebut. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui pengamatan, angket, wawancara, dan membaca buku (Harras, tanpa tahun).

Contoh:

1.4 Metode Pengumpulan Data

Data yang dikemukakan dalam karya tulis ini diperoleh melalui berbagai berbagai cara. Pertama, dengan membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan pemilihan umum. Kecuali buku, ada juga majalah, koran , dan berbagai brosur terbitan Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI). Di samping itu, data juga diperoleh melalui wawancara dengan narasumber berkompeten.

Sistematika Penulisan

Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan urutan bab demi bab.

Contoh:

1.5 Sistematika Penulisan

Anda boleh juga mengganti bagian sistematika ini dengan halaman daftar isi. Jadi setiap sub-bab yang ada selalu dicantumkan dalam daftar pustaka. Di sini nomor halaman dari setiap sub-bab dapat diketahui. Namun jika Anda ingin mengikuti gaya tanpa daftar isi dan langsung berbunyi sistematika penulisan maka contohnya seperti di bawah ini.

Karya tulis disusun dengan urutan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan,

Menjelaskan latar belakang, tujuan, pembatasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.

Bab II Pembahasan,

Mengemukakan pembahasan masalah bersumber pada data yang diperoleh dibandingkan dengan teori yang terdapat pada berbagai sumber.

Bab III Penutup,

Memuat simpulan dan saran.

BAB II Pembahasan

Pembahasan yang dimaksud adalah membahas topik makalah yang Anda angkat masalahnya. Supaya tidak bingung memahami dan sedap dibaca, sebaiknya Anda membagi pembahasan ini menjadi beberapa sub bab. Gaya penulisannya bisa mengikuti salah satu dari gambar di bawah ini sesuai panduan dari (PUTRA 2015).

Sementara itu, gambar kedua di bawah ini juga sah-sah saja dipakai. Namun, alangkah lebih baiknya Anda pastikan dulu kampus Anda biasa memakai gaya kepenulisan yang mana.

Contoh pembahasan secara konkrit dengan topik “Pemilu” menurut (Harras, tanpa tahun) adalah:

2.1 Pengertian Pemilihan Umum
2.2 Syarat Peserta Pemilu
2.3 Pelaksanaan Sistem Pemilihan Umum di
Indonesia
2.4 Manfaat Pelaksanaan dan Pemilihan
Umum bagi Kehidupan Berbangsa

BAB III

Kesimpulan dan saran dapat Anda buat setelah bab sebelumnya selesai dikerjakan.

Daftar Pustaka

Berisi pustaka atau referensi dari mana saja yang Anda kutip dalam penulisan makalah. Daftar pustaka ini harus ditulis tanpa manipulasi. Jika memang sumbernya hanya 2 jangan sampai karena ingin terlihat lebih ilmiah lantas ada 6 buku dan 2 jurnal dicantumkan dalam daftar pustaka.

Ketidak murnian seperti ini dapat mengurangi penilaian makalah Anda sendiri karena tidak dapat dipertanggungjawabkan. Anda dapat menulis daftar pustaka sesuai style sendiri yang akan dijabarkan dalam artikel kami lainnya.

Kesalahan Umum Penulisan Makalah

1. Bahasa

Penulisan makalah yang merupakan salah satu kategori karya ilmiah adalah bahasa wajib baku. Tidak boleh menggunakan bahasa slang meskipun dalam kesehariannya penulis maupun pembaca sama-sama memahami maksudnya.

Menyajikan makalah pun harus memakai bahasa formal, bahkan sekalipun orang-orang di dalam forum bukan tipe serius. Ukuran keformalan bahasa penulisan makalah adalah sesuai EBI (Ejaan Bahasa Indonesia).

2. Pengetikan

Pengetikan makalah pada umumnya mengacu sama dengan (UI, 2008) yaitu menggunakan font Times New Roman size 12 line single. Namun ada beberapa perguruan tinggi menggunakan line spacing 1,5.

Beberapa lomba seperti menurut pedoman penulisan (Ristekdikti 2017) diharuskan ditulis dengan line spacing 1,15. Jika Anda belum tahu kampus memakai prinsip yang mana, amannya bisa menerapkan 1,15 spasi.

Jangan sampai mengetik makalah dengan font Algerian atau font-font stylish lain. Meskipun kelihatannya bagus dan menarik, tapi ini tidak formal. Dampaknya malah justru penulis makalah dapat terdiskualifikasi lomba atau revisi oleh dosen.

Terakhir, untuk pengetikan karya tulis ilmiah seperti makalah kebanyakan menggunakan kertas A4, bukan F4 dan lainnya.

3. Penulisan Tanda Baca

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penulisan karya ilmiah apapun harus memperhatikan tanda baca, penggunaan huruf kapital di samping juga pemilihan kata baku.

Misalnya saja menulis:

  • antara lain : (salah) yang benar titik dua ‘:’ ditulis mepet dengan huruf n menjadi antara lain:
  • “garis miring dan tanda hubung boleh ditulis dalam makalah tapi tidak diperkenankan ada spasi sebelum maupun setelahnya. Jadi yang benar misalkan “hewan/binatang” bukan “hewan / binatang.”

Untuk lebih lengkapnya bukalah KBBI pada proses revisi. Anda harus memastikan penulisan imbuhan, preposisi, kata depan, akhiran, penulisan kata berbahasa asing, diksi, pemilihan kata baku Memperhatikan penulisan tanda baca pada tahap akhir akan menyempurnakan pekerjaan Anda dan tidak membuat Anda bekerja dua kali.

4. Ruang Kosong

Ini yang sering tidak diperhatikan. Jika Anda melihat pedoman penulisan (PKM, 2017) ke atas Anda pasti tahu bahwa aturannya setiap pergatian bab maupun sub-bab diteruskan di halaman yang sama, bukan ganti halaman.

Kemungkinan terjadinya ruang kosong banyak adalah karena penyisipan tabel atau gambar tidak muat diletakkan di halaman sebelumnya. Coba sekali lagi nanti di tahap revisi diedit kata-katanya supaya lebih efisien.

Jika terpaksa memang harus turun ke halaman baru maka tambahlah teks setelah tabel atau gambar.

Tahap Revisi

Tahap terakhir dalam pembuatan makalah adalah revisi. Sebaiknya setelah selesai menulis makalah, Anda tidak langsung merevisi. Diamkan dulu beberapa jam atau hari, setelah Anda merasa segar kembali bukalah file makalah kemudian baru lakukan revisi.

Tips ini bertujuan agar ketika revisi, Anda mungkin mendapatkan sudut pandang baru yang akan mengubah sebagian isi, kata antar kalimat supaya padu maupun penulisan. Sehingga, revisi akan menjadi lebih efektif dan berguna.

Referensi:

  • Abdullah, Mikrajuddin. 2016. “Ilmiah Internasional.” : 1–131.
  • Dariyati, IGA. 2015. “Pengaruh Pembelajaran Praktik Berbantuan Media Audio Terhadap Kemampuan Motorik Dan Motivasi Belajar Siswa Smp Di Slb A.” Jurnal Penelitian … 5(1): 1–10. Tersedia di http://trafficlight.bitdefender.com/info?url=http%3A//pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/jurnal_ep/article/view/1582&language=en_US. Diakses pada 26 Juli 2018
  • Indonesia, Universitas. 2008. “Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Indonesia.” Depok, Universitas Indonesia.
    Harras, Kholid A. ___. “Menyusun Karya Tulis Makalah.”____
  • Malang, Universitas Negeri. 2017. “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.” Malang, UM Press
    PUTRA, KOMANG TRIRAH. 2015. “Karya Tulis Ilmiah.” : 56–80.
  • Ristekdikti. 2017. “Pedoman Kreatifitas MAHASISWA.” Tersedia di http://www.simbelmawa.ristekdikti.go.id. Diakses pada 19 Oktober 2017.

Leave a Comment