Cara Mendidik Anak Secara Islami

Mendidik anak sesuai dengan tuntunan agama Islam dan Rasulullah SAW bukanlah perkara yang mudah. Dalam Islam sebenarnya sudah mengatur segala sesuatunya sesuai syariat, termasuk dalam mendidik anak. Tahapan-tahapan penting tentang cara mendidik anak secara islami dapat disimak  pada uraian berikut ini.

Cara Mendidik Anak secara Islami Sejak Bayi

  • Mendidik Tentang Tauhid dan aqidah

Masalah tauhid dan akidah harus mendapatkan perhatian utama dan ditanamkan ke jiwa anak bahkan saat sesaat anak baru dilahirkan. dengan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallaah” (tidak ada Tuhan selain Allah).

Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah bersabda : “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka juga bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

Dua tahapan tahapan mengajarkan ilmu tauhid kepada anak

  1. Saat anak memasuki usia 3 tahun, sudah diajarkan mengucapkan kalimat tauhid “Lailaha-illaallah” (Tiada Tuhan Selain Allah) sebanyak tujuh kali.
  2. saat usia anak 3 tahun lebih 7 bulan orangtua sudah bisa mengenalkan kalimat “Muhammad Rasulullah” (Muhammad Rasul Allah), Seperti yang disyarikan dalam kitab Al Mali.

  • Mengenalkan anak ibadah Shalat

Seperti Disarikan dalam sebuah kitab Al Mali, Imam Ash Shiddig Ra, dalam kitab tersebut  diterangkan tentang cara mendidik anak agar mengenal Shalat. Usia 5 tahun anak sudah mulai mengenal dan memahami arah dengan baik.

Biasanya anak sudah dapat menunjukkan arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah dan arah lainnya. Pada tahap ini ajarkan anak secara bertahap tentang arah Shalat (kiblat). Dan mulailah mengajak anak untuk Shalat.

Untuk mengenalkan Shalat ajaklah anak Anda ke masjid untuk shalat berjamaah, suruh anak untuk mengikuti gerakan shalat yang Anda lakukan dari mulai takbir, ruku, itidal, sujud dan gerakan shalat yang lainnya, ingat jangan dipaksa apalagi dimarahi, ajaklah dengan seruan yang lembut penuh kasih dan sayang.

Ingatkan waktu shalat setiap kali adzan dikumandangkan, gerakan hatinya selalu mengingat dan melaksanakan  perintah dari Allah SWT seperti shalat wajib lima waktu. Jangan lupa perkenalkan juga shalat sunnah kepada anak seperti Shalat tahyatul masjid, rawatib dan jenis Shalat Sunnah lainnya.

Kondisikan lingkungan keluarga Anda lebih religius untuk memelihara semangat anak dan anggota keluaraga lainnya menjalankan ibadah. Secara halus kita bisa mengajak dan menyuruh anak melakukan Shalat pada usia 7 tahun. Pada usia ini anak sudah bisa diajak untuk membasuh muka dan kedua telapak tangan (melakukan salah satu atau beberapa rukun wudhu)

Di usia 9 tahun,anak sudah sepenuhnya bisa diajarkan tentang gerakan atau tata cara berwudhu dengan benar. Pada usia tersebut kita juga bisa menerapkan sanksi atau hukuman sesuai syariat apabila anak tidak mau atau lalai untuk melakukan Shalat.

  • Mengenalkan Ibadah Wajib dan Sunnah atau amalan lainnya

Pada usia akil balig yang ditAndai dengan mimpi basah (bagi perempuan), dan ditAndai dengan menstruasi (pada perempuan) kita wajib memberitahukan tentang kewajiban shalat, kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, Zakat dan lainnya.

Tidak lupa mintalah secara rutin suruh anak untuk membaca Al Qur’an, menuntut ilmu, bertatakrama yang baik, sopan dan santun kepada orangtua, saudara, guru dan orang lain. Sebaiknya Anda juga menyediakan banyak kitab atau buku yang dapat memperkaya ilmu pengetahuan agama bagi anak Anda.

Berikan perhatian Anda pada lingkungan pergaulan anak, dengan siapa dia bergaul, apa yang mereka lakukan, apakah anak Anda suka berbohong atau tidak. Apabila Anda menjumpai anak telah berbuat kesalahan dengan melakukan larangan Allah, nasehati dengan sabar dan halangi agar anak tidak lagi melakukan perbuatan tersebut.

Sebagai orangtua Anda juga mempunyai tugas meluruskan pemahaman anak terhadap ilmu yang mereka peroleh di tempat mereka belajar. Apakah yang diajarkan para guru sudah sesuai dengan prinsip atau syariat Islam? jika belum, sudah menjadi kewajiban Anda membimbingnya kembali ke syariat Islam.

  • Mengajarkan anak untuk hidup sederhana

Kesederhanaan adalah akhlak dari Rasulullah SAW yang harus kita teladani. Ajari anak untuk tidak berlebihan dalam segala sesuatu, misalnya dalam berbelanja, berpakaian, makan ataupun yang lainnya. Ajarkan anak tentang asas “kemanfaatan”. Ceritakanlah kisah Rasulullah SAW yang selalu hidup dalam kesederhanaan sebagai inspirasi untuk mendidik anak Anda.

Tanyakan kepada anak digunakan untuk apa uang yang Anda berikan, untuk sesuatu yang bermanfaat atau untuk keperluan yang tidak ada faedahnya, jika uang tersebut digunakan untuk melakukan maksiat, Anda juga akan ikut menanggung dosanya. Jadi cara mendidik anak secara islami sesuai Sunnah Rasulullah harus diterapkan.

Ajarkan anak menabung agar terhindar dari sifat boros, biasakan mereka untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk kebutuhan pribadi yang akan datang, atau untuk dibelanjakan di jalan Allah SWT melalui infaq, zakat atau bersedekah yang bertujuan meringankan beban hidup orang lain.

  • Sayangilah anak-anak

Rasulullah sangat mencintai anak dan cucunya. Beliau mencium anak dan cucunya dengan penuh kelembutan rasa kasih sayang. Peliharalah kesehatan fisik dan jiwa mereka, doakan mereka menjadi anak yang sholih dan sholiah, buatlah mereka layaknya perhiasan-perhiasan dunia yang dapat memberikan manfaat untuk orang lain.

Ingat Anda juga menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak. Sebagai imam di keluarga, ajaklah mereka dalam kebaikan. Kita akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amanah yang dititipkan Allah kepada kita.

Setelah Anda, perilaku anak Anda juga akan dicontoh oleh cucu-cucu Anda di masa mendatang. Jadi Pendidikan Anda sekarang menentukan kualitas masa depan anak cucu Anda pada kehidupan yang akan datang baik itu di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.